Empat tahun..
Bukan waktu yang sebentar, tetapi teramat sebentar jikalau telah dijalani. Merasa belum puas dengan satu tahun yang telah aku jalani.
Kadang aku menyiakan sedetik yang cukup berharga, bukan kadang, sering bahkan!
Kadang aku membuang sedetik demi terlelap karna rasa kantuk ku, bukan kadang, sering bahkan!
Kadang aku menggunakan sedetik bukan untuk menjalani kebaikan, bukan kadang, sering bahkan!
Iya, banyak lagi sedetik yang sering ku buang, ku lalaikan, ku sia-siakan, terlalu hina untuk menyesalinya, masyaAllah :'(
Empat tahun setelah masa putih abu-abu ku...
Alhamdulillah, ku panjatkan puji syukur yang tiada terkira kepada Allah SWT karena telah memberi banyak petunjuk, hidayah, serta jalan selama satu tahun ini..
Perjalanan ini sudah empat tahun setelah aku melepaskan masa putih abu abu ku dan berganti dengan jacket almamater biru ku saat ini tahun, tetapi semua itu bukan cuma-cuma..
kata mereka: kita pemuda-pemudi tarbiyyah
kata mereka yang lain: masa muda itu waktunya bersenang-senang
Jadi, aku bagian dari yang mana?
Aku senang menjadi salah satu pemuda-pemudi tarbiyyah itu.
Setelah Lepas dari masa putih abu abu ku , masa yang dmna yang memang sangat sangat menyenangkan dan mengesankan,
mungkin Lagu Iwan Fals Jendela Kelas Satu dan Chrisye Kisah Kasih di Sekolah cukup mengingatkan ku pada saat saat menyenangkan itu
masa yang dmna masih mencari jati diri, dan masa yang dmna saat masih belum begitu paham dan mengerti akan dunia luar yang indah,
***
Setelah empat tahun, aku...
Aku menjadi sosok yang lebih tahu siapa aku, siapa dia, siapa mereka, siapa kami, dan siapa kita.
Perjalanan yang ku lalui bukan hanya untuk bersenang-senang ataupun berhura-hura. Aku pernah berhura-hura, tetapi dalam konteks yang aku buat sendiri skenarionya. Terlalu banyak drama? Siapa? Kamu? Lantas berkaca lah! :)
***
Aku merasakan duduk di bangku perkuliahan, memasuki dunia kampus yang katanya bebas. Bebas? Bebas berkarya iya. Bebas mengeluarkan pendapat iya. Bebas bebas bebas dalam hal yang positif menurutku.
Seseorang pernah menyatakan ini kepadaku: "untuk apa kuliah, jadi mahasiswa kerjaannya demo doang! Ngga guna!"
Demo? Berorasi iya. Tidak berguna? Kami menyampaikan suara rakyat.
***
Mengikuti acara disana-sini, seminar disana-sini, dakwah disana-sini, orang-orang menganggapnya aku bersenang-senang. Mendengarkan ceramah disana-sini, seminar disana-sini, dianggapnya aku membuang waktu. Rasanya aku ingin menjelaskan kepada mereka apa yang aku lakukan, tapi seseorang bilang: "sembunyikan ibadahmu seperti engkau menyembunyikan dosamu".
***
Mengikuti organisasi yang bernama BEM ternyata sesibuk ini. Menyenangkan orang tapi apakah kita senang?
Seseorang pernah bilang dalam suatu forum: "di dalam menjalankan proker bem saya tidak mendapatkan sakinah setelahnya, hanya menganggap puas jika sudah keren dimata orang lain, diacungi jempol oleh abang-abang."
Lantas bagaimana dengan aku? Belum genap satu semester aku menjalani organisasi ini, hanya lafaz hamdalah dan istighfar yang selalu aku ucapkan di setiap likunya :)
***
Peralihan masa putih abu-abu ke masa almamater biru ku ini memang belum satu tahun, terlalu cepat, tapi ceritanya lumayan panjang. Manfaatnya lebih banyak. Perubahan ke arah positifnya lebih banyak. Masih istiqomah terhadap segala sesuatunya. :) :)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar